Jumat, 07 Juni 2013

kuisioner

1. siapa nama saya : udin mustakim
2.makanan favorit? bakso
3.minuman favorit? es teh
4.jumlah pacar ? satu
5.kota asal ? ponorogo
6.hobbi saya ? sepakbola
7.cita cita? jadi dokter
8.kegiatan sehari hari ? tidur
9.tempat favorit? pantai
10.tujuan kuliah ? ingin kerja

Kamis, 23 Mei 2013

arema tahan imbang persela

Singo Edan Tahan Imbang Persela 0-0

Persela Lamongan gagal memetik poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri dalam laga derby Jawa Timur menghadapi Arema Cronous. Kedua tim bermain imbang tanpa gol di Stadion Surajaya Lamongan.

Dengan hasil imbang tersebut, Arema merangsek naik ke posisi tiga menggusur Sriwijaya FC Palembang yang memiliki tabungan satu pertandingan lebih sedikit. Sementara Persela naik dari posisi ke-11 ke posisi sembilan.

Persela memberi tekanan kepada Arema di awal pertandingan, bahkan tim tuan rumah hampir unggul apabila tendangan bebas Gustavo Lopez di menit kedelapan tidak membentur mistar gawang yang dikawal oleh Kurnia Meiga.

Lima menit kemudian, giliran Meiga yang dipaksa beraksi untuk mementahkan tembakan keras Mario Costas.

Arema sedikit demi sedikit mulai berhasil keluar dari tekanan dan memperoleh beberapa peluang untuk mencetak gol. Namun, tidak ada peluang yang sangat membahayakan gawang Persela yang diciptakan oleh tim tamu hingga jeda pertandingan.

Sebelumnya, di sepuluh menit terakhir, Persela sempat memperoleh dua peluang matang melalui Costas, namun sayang penyelesaiannya masih kurang akurat, babak pertama berakhir dengan skor imbang tanpa gol.

Di babak kedua, lini depan Arema mulai terlihat lebih membahayakan. Lima menit paruh kedua berjalan, Greg Nwokolo melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang Persela, namun sayang Choirul Huda masih sigap mengantisipasi.

Arema terus memberikan tekanan kepada pertahanan tim tuan rumah, namun kokohnya pertahanan Persela memaksa tim Singo Edan terus kesulitan memecah kebuntuan.

Namun, Persela akhirnya melakukan kesalahan ketika Djayusman Triasdi diganjar kartu merah di menit-71 karena sengaja menahan bola dengan tangannya ketika menjadi pemain terakhir di daerah pertahanannya.

Unggul jumlah pemain, Singo Edan Arema terus menggempur pertahanan Persela, namun justru tim tuan rumah yang hampir mencuri gol ketika Costas berhasil menyambut umpan tendangan bebas rekannya, sayang tandukannya masih melenceng dari sasaran.

Singo Edan akhirnya juga harus menuntaskan pertandingan dengan sepuluh pemain setelah Igboneffo mendapatkan kartu kuning kedua setelah melanggar Costas. Hingga pertandingan usai kedudukan imbang tanpa gol bertahan. (goal)

Selasa, 21 Mei 2013

Kekalahan telak mitrakukar

Barito Putera sukses mempecundangi tamunya Mitra Kukar dengan skor telak 5-1 pada lanjutan kompetisi ISL, selasa (21/5/2013).

Berlaga di Stadion Demang Lehman, lima gol Barito Putera dicetak oleh Rizky Ripora, Djibril Coulibaly, Oktavianus Maniani, Yongki Wibowo dan Syafullah Nazar. Sementara itu, gol hiburan Mitra Kukar disarangkan oleh Ahmad Amirudin.

Laga baru berjalan dua menit, pemain anyar Barito Rizky Ripora sukses menjebol gawang Syamsidar usai memaksimalkan umpan Djibril COulibaly. Barito 1, Mitra Kukar 0.

Laskar Antasari mampu menggandakan keunggulan 9 menit berselang lewat eksekusi 12 pas Djibril Coulibaly. Sebelumnya, wasit menunjuk titik putih akibat Rachmat Latif kedapatan melakukan pelanggaran handsball di kotak terlarang. Barito 2, Mitra Kukar 0.

Tuan rumah pun terus mendominasi jalannya pertandingan. Alhasil, Oktavianus Maniani berhasil memperlebar keduduka menjado 3-0 pada menit-menit akhir lewat tembakan bebasnya. Barito 3, Mitra Kukar 0.

Memasuki babak kedua, Barito tak mengendurkan serangannya. Yongki Ariwibowo pun menjadi supersub dengan gol yang diciptakannya pada menit ke-77 sekaligus memperlebar kedudukan menjadi 4-0.

Tak berhenti sampai disitu, Barito kembali menjebol gawang Syamsidar untuk kali kelima pada menit ke-89 berkat pemain yang baru masuk menggantikan Coulibaly, Syaifullah Nazar.

Semenit berselang, Mitra Kukar akhirnya mendapat gol hiburan berkat aksi Amhad Amirudin. Barito 5, Mitra Kukar 1.

Ini merupakan kekalahan terbesar Mitra Kukar musim ini. Tambahan tiga angka tak merubah posisi Barito di daftar klasemen, yaitu di urutan ke-6 dengan torehn 31 angka.

Senin, 13 Mei 2013

Perbedaan mesin injeksi scoopy PGM-FI dan BeAt

Inilah Perbedaan Mesin Injeksi Scoopy PGM-FI dan BeAT FI

⁠Trackelr Chow | ⁠11:32 AM | ⁠0 comments ⁠ |

Views:

Perbedaan Mesin Injeksi Scoopy FI dan BeAT - Kita semua pasti sudah mengetahui kabar bahwa akhir-akhir ini pihak HONDA sebagai salah satu produsen motor asal Jepang yang terbilang jajaran motornya laris di pasaran motor Indonesia meluncurkan beberapa motor varian lama dengan teknologi mesin terbaru mereka yakni Teknologi Fuel Injection [FI] yang saat ini memang sudah banyak digunakan beberapa motor di Indonesia. Dan salah satu contoh varian motor yang baru saja diperbarui oleh HONDA adalah Scoopy dengan meluncurkan Scoopy FI.



Sumber : http://www.welovehonda.com/new-scoopy

Mesin HONDA Scoopy PGM-FI dengan BeAT-FI ini memiliki struktur mesin yang sama, akan tetapi ternyata terdapat beberapa aspek yang berbeda di antara kedua motor matic tersebut. Hal ini mengacu pada pernyataan yang dibicarakan oleh Sarwono Edhi selaku Manager Technical Training Department PT AHM di Bandung yakni basic mesin antara Scoopy PGM-FI dan Beat-FI memang sama, tetapi terdapat perbedaan pada timing pengapiannya dan perbedaan yang selanjutnya adalah akan terlihat pada akselerasi yang diberikan oleh kedua motor tersebut. Ini dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi akselerasi kedua motor tersebut yang diantaranya dari perbedaan sasis, cover yang lebih berat dan masih banyak faktor lain yang membedakan akselerasinya.

Di saat yang sama, Sarwono juga membeberkan perbedaan pengapian antara Scoopy PGM-FI dan BeAT-FI, yang merupakan perbedaan mendasar dari kedua motor matic besutan HONDA ini. Menurutnya, untuk urusan nafas BeAT-FI terasa lebih panjang jika dibandingkan dengan Scoopy PGM-FI. Dan di sisi langsamnya atau stasioner putaran busi dalam menerima percikan api, antara Scoopy PGM-FI dan BeAT-Fi berada di 7 derajat di 1.700 rpm.

Pada motor Scoopy PGM-FI titik pengapian advance 65 derajat akan berada di 6.500 rpm sedangkan untuk BeAT-FI akan berada di RPM yang lebih tinggi yakni di 7.000 rpm. Inilah yang membuat HONDA BeAT-Fi memiliki nafas yang lebih panjang. Selain itu yang paling mendasar adalah berat dari kedua motor ini juga mengambil peran besar karena HONDA Scoopy PGM-FI memiliki berat hingga 96 kg sedangkan BeAT-FI memiliki berat hanya 94 kg lebih ringan 2 kg dari Scoopy PGM-FI. Inilah yang membuat HONDA BeAT-FI lebih memiliki nafas yang lebih panjang [lebih kenceng sedikit].

Varian Yang perlu Anda ketahui lebih lanjut adalah, HONDA Scoppy PGM-FI ini hadir lebih retro lagi dengan beragam pilihan warna yang lebih banyak lagi dan tentunya lebih retro dan juga tampilan yang lebih sporty yang diantarnya adalah varian warna retro black, cosmo cream, fancy black, vogue red dan chic cream. Untuk lebih tahu tentang beberapa varian warna yang tersedia untuk motor HONDA Scoppy PGM-FI ini, berikut ini saya berika kepada Anda beberapa contoh foto Scoopy PGM-FI yang saya ambil dari situs resmi HONDA di PT Astra Honda Motor.

Minggu, 12 Mei 2013

Karburator PE 28 yamaha scorpio

« Road to Magelang, May 2010

Alternatif Rantai Yamaha Scorpio »

Karburator PE 28 di Yamaha Scorpio

Sebenarnya ulasan tentang Karburator alternatif pengganti karburator tipe Vacuum di Yamaha Scorpio sudah sering diulas dibeberapa media cetak. Namun kami coba merefresh kembali ulasan ini sebagai informasi bagi rekan-rekan yang mungkin terlewat atau yang kebetulan sedang cari informasinya.

Yamaha Scorpio dari pabrikannya memang mengadopsi karburator tipe Vacuum yang dikenal efisien. Cara kerjanya beda dengan Karbu konvensional pada umumnya. Pada Karburator tipe Vacuum, gerak naik turunnya skep dimainkan oleh karet membran yang punya bahasa kerennya yaitu DIAPRAGHM (code: 5BP-14940-00) Gbr. 1 Part no.18. Beda dengan konvensional, dimana naik turunnya skep langsung digerakan oleh tarikan kabel throttle.

Karburator tipe vacuum sangat mengharuskan kebersihan udara yang masuk. Sehingga tidak disarankan filter udara dilepas bila menggunakan karbu vacuum. Kebersihan filter pun perlu dijaga. Kenapa demikian? karena bila udara yang masuk membawa partikel debu. Selain akan menutup lubang-lubang main jet/pilot jet. Partikel debu itupun rentan menggores dinding skep yang terlapis lapisan teflon hitam. Selain partikel debu, akibat umur pemakaian pun dinding skep berlapis ini lama kelamaan akan tergores. Akibatnya ke-vacuum-an menjadi berkurang, sehingga naik turunnya skep tidak lagi sempurna. Dampak yang terasa adalah motor terasa "endut-endut" an disaat RPM rendah. Yang bikin "bete" disaat jalan macet, seperti naik kuda karena motor tidak berjalan mulus di RPM rendah.

Selain skep yang tergores akibat kotoran/partikel debu, umur pemakaian dan penangan yang salah saat melakukan service seringkali membuat membran Vacuum tergores dan robek. Bila robekan karet Vacuum kecil selubang jarum, masih bisa diakali dengan tetesan lem powerglue sedikit saja asal menutup lubang tsb. Tujuannya agar ke-vacuum-an tetap bisa diperoleh. Yang akan membuat kerja naik turun skep tidak terpengaruh.

Namun bila kedua part tersebut yaitu Skep yang tergores parah (hilangnya lapisan teflon hitam) dan karet vacuum yang berlubang bahkan robek. Fungsi karburator dijamin tidak lagi sempurna. Motor tidak enak untuk dibawa pada RPM rendah, bensin jadi boros sehingga tidak lagi efisien. Bila sudah demikian tidak ada pilihan lain selain LEM BIRU "lempar beli baru". Namun jangan kaget bro saat memutuskan untuk beli baru. Part yang ber nomor urut 18 dalam gambar di atas, memiliki harga jual senilai Rp.671,000 per 1 Feb 2010. Alternatif lain, mengganti karet membran dengan produk KW alias imitasinya seperti yang diulas dalam web ini juga hanya seharga 10% dari harga original. Namun hanya dapat karetnya saja tidak berikut skep-nya. Tapi tetap saja, hasilnya masih jauh dari kesempurnaan.

Bukan orang Indonesia namanya bila tidak punya solusi. Alternatif lain adalah mengganti Karburator dengan tipe lain. Ada beberapa Karburator yang dijadikan alternatif pilihan. Misalkan Karburator Rx King berventuri 26, Karbu NSR SP PE28, PWK, PWL dsb. Kembali semua kepada urusan kantong, kemudahan pemasangan dan penyetingan.

Dari acuan di atas, pilihan banyak dijatuhkan kepada Karburator tipe PE 28. Namun karena sangat laris dipasaran, produk ini banyak versinya. Dari versi original masih dikisaran 2 juta lebih, versi Thailand sekitar 500-600rb atau versi cungko dibawah 500rb. Tentunya "ono harga ono rupo" kata wong jawi….. Nanti disesi lain akan kami berikan tips mencirikan mana produk asli, mana yang Thailand dan mana yang cungko.

Karbu PE 28 Thailand banyak yang menjadi pilihan. Selain harga masih relatif terjangkau, barang mudah ditemui dipasaran, dan setingnya masih cukup relatif mudah. Untuk bisa men"cangkok" sang PE 28 di intake manifol Yamaha Scorpio perlu dibuatkan adaptor. Fungsinya agar mangkuk karbu tidak mentok dengan starter elektric Yamaha Scorpio. Ketebalan adaptor sekitar 1-1.5cm dengan bahan terbuat dari alumunium. Namun perlu diingat, saat membuat adaptor perlu dibuatkan untuk pemasangan o-ring seperti halnya yang terdapat pada intake manifold. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kebocoran.

Karbu PE 28 cukup diminati, karena sistem konvensional diakui memiliki tingkat responsifitas yang cukup tinggi dibanding model Vacuum. Paling disukai oleh para rider yang suka kecepatan. Naik turun skep dimainkan oleh tarikan kabel gas akibat buka-tutup grip throttle. Walau diakui bahwa walau pemasangan relative mudah, namun butuh setingan yang pas agar enak dipakai untuk harian. Penggantian "jetting" untuk main jet dan pilot jet menjadi suatu keharusan. Disini yang terkadang membuat sebagian orang putus asa. Karena motor menjadi boros, akibat tidak diperoleh keakuratan setingan karbu. Memang untuk setingan karbu yang benar adalang menggunakan alat guna mengukur AFR (Air Fuel Ratio) sehingga bisa dengan tepat menentukan perbandingan antara Udara dan Fuel/Bensin.

Namun untuk memudahkan acuan seting, ada yang memperoleh setingan yang pas pada ukuran mainjet 115 dan pilot jet 42 dengan putaran airscrew, satu seperempat setelah diputar mentok ke kanan. Tentunya kondisi motor masih dalam keadaan standar alias belum dioprek seperti polish dsb. Sehingga bila sudah mengalami perubahan, tentunya akan beda lagi setingan tersebut sesuai kebutuhan mesin.

Silakan bereksperimen demi memuaskan hasrat meng-oprek sang kalajengking